Jumat, 14 Desember 2012

Pstttt.. Jangan bilang siapa-siapa yaa



Siang kemaren tahta gue di IGD didatengin seorang bapak berkacamata. Dari batik yang dia .pake, tampak jelas kalo dia kerja di instansi pemerintahan. Tanpa basa basi dia langsung menghampiri temen gue dan nanya dengan suaranya yang stereo


"Pasien operasi sesar dari kampung T di ruang apa mbak?"
"Nama pasiennya siapa pak?" jawab temen gue dengan sopan
"Saya nggak tau. Pokoknya kalo pasien mau sesar yang itu"
"Tapi pasien yang mau operasi sesar kan banyak pak. Masuknya kapan?"
"Kira-kira sih dua hari yang lalu. Dia ini mau operasi sesar tapi butuh transfusi. Jadi saya mau donor darah"
"Kalo nama suami pasiennya siapa pak?"
"Saya juga nggak tau. Soalnya saya juga sebenernya nggak kenal. Jadi dia ini sodara bukan, temen juga bukan. Cuma atas dasar kemanusiaan aja saya mau nolong. Ini juga saya nggak bilang siapa-siapa kalo saya mau donor. Saya cuma ijin keluar sebentar sama kepala dinas saya. Saya nggak mau pamer"

Gue yang lagi makan di pojokan hampir aja keselek. Jadi kalo nggak mau bilang-bilang plus pamer trus yang barusan dia omongin itu apa??
Temen gue sibuk nyari di komputer. Beberapa perawat juga mulai bantu nyari di buku pasien.

"Ada bidan yang ngerujuk pasien ini nggak pak?" tanya seorang perawat.
"Nggak ada mbak. Dia ini pasien jamkesmas apa gakin gitu"
"Tapi di sini belum melayani pasien jamkesmas pak. Mungkin pasiennya di rumah sakit umum"
"Di sini kok, saya tau. Tapi masa rumah sakit ini nggak melayani jamkesmas? Harusnya kan semua rumah sakit melayani. Ini harus dilaporin ini. Belum ketemu ya? Coba saya telpon bidannya dulu"

Si bapak pun mengeluarkan henponnya. Gue sama temen gue liat-liatan. Kayaknya tadi bilangnya nggak ada bidan yang ngerujuk deh. Tapi ya sudahlah..
Dari pembicaraan si bapak di henpon, akhirnya ketauan juga kalo nama pasiennya Euis (suara nelponnya kenceng banget). Dan di data pasien, ternyata alamatnya di kampung P. Rrrrrr

"Jadi pasien itu tadi di ruang apa?"
"Ruang ekonomi pak. Masuknya lewat pintu timur" jawab temen gue.
"Namanya siapa tadi mbak?"
"euis pak"

Kayaknya tadi di telpon bidannya nyebutin namanya kenceng gitu deh -__-

"O iya.. soalnya saya nggak kenal. Dia ini sodara bukan, temen juga bukan. Cuma atas dasar kemanusiaan aja saya mau nolong. Ini juga saya nggak bilang siapa-siapa kok. Nggak mau pamer juga"
"ehehe iya pak"

Temen gue mulai bete. Tapi masih dipaksain senyum. Gue mikir kalo sekali lagi dia ngomong gitu kayaknya gue bakalan refleks nglempar sendal deh.

"Ya sudah kalo begitu. Saya langsung ke sana saja, permisi mbak"

Si bapak berjalan ke pintu keluar. Tapi baru beberapa langkah, mendadak dia balik kanan dan bilang

"Siapa tadi namanya mbak?"
"Euis paaak"
"Ehehe iya Euis. Makasih mbak"

Begitu si bapak nutup pintu, tawa gue langsung meledak tanpa peduli sama pelototan jengkel dari temen-temen gue. Jadi nggak bilang sama siapa-siapa kan ya pak? Trus kita ini apa dong? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar